Animal Print Tumblr Themes
One day when the time has come and you found that girl, don’t ever compare her with anyone else in the world.
Hi there!❤️
Mungkin kamu mikir nya aku baper banget kali ya sampe nulis kaya gini, yaa aku tau kok mungkin ini berlebihan buat kamu tapi coba kamu berfikir “out of the box”. Sesuatu hal mungkin emang kamu anggep sepele, tapi kamu ngga akan pernah tau apa itu nyakitin perasaan orang lain atau engga. Kamu ngga bisa salahin orang lain tentang apa yang mereka rasain. Aku minta maaf banget kalo emang menurut kamu ini terlalu kebawa perasaan, tapi karena aku emang ngerasa kalo masih banyak banget kekurangan dalam diri aku yang bisa kamu temuin dari perempuan lain.
Aku sadar kok, ngga ada laki-laki di dunia ini yang ngga ngeliat perempuan dari fisik nya dan pasti kamu akan punya kebanggan sendiri saat pasangan kamu itu cantik.

One day when the time has come and you found that girl, don’t ever compare her with anyone else in the world.
Hi there!❤️
Mungkin kamu mikir nya aku baper banget kali ya sampe nulis kaya gini, yaa aku tau kok mungkin ini berlebihan buat kamu tapi coba kamu berfikir “out of the box”. Sesuatu hal mungkin emang kamu anggep sepele, tapi kamu ngga akan pernah tau apa itu nyakitin perasaan orang lain atau engga. Kamu ngga bisa salahin orang lain tentang apa yang mereka rasain. Aku minta maaf banget kalo emang menurut kamu ini terlalu kebawa perasaan, tapi karena aku emang ngerasa kalo masih banyak banget kekurangan dalam diri aku yang bisa kamu temuin dari perempuan lain.
Aku sadar kok, ngga ada laki-laki di dunia ini yang ngga ngeliat perempuan dari fisik nya dan pasti kamu akan punya kebanggan sendiri saat pasangan kamu itu cantik.

lovequotesrus:

Jess C. Scott
Everything you love is here

lovequotesrus:

Jess C. Scott

Everything you love is here

lovequotesrus:

Everything you love is here

lovequotesrus:

Everything you love is here

Hey! This is my new favorite picture and his arms become my new favorite place. Its almost ten years since the first time we knew each other, and still not believe that we are together now.
I’m not really sure how to call him, but i’m sure that he made me falling love with many simple things he did to me. He could be everything i need and sometimes he is the best partner for me. He always speak the truth, and i believed him. When i can’t be honest, he always tried to trust me. He is not that good, he made mistakes. But he always say sorry for it. He didn’t said “i love you” everytime, but he show me how much he loved me. He tried to keep my feelings with not blaming me for my mistakes but he told me not for repeat those mistakes. And the best thing i love the most from him is he knows me better than anyone else and still love me for who i am. He never asked me to change, but he tried to understand how messed i am.
I’m sorry if i didn’t treat you well. I made you dissapointed for not to be honest to you. Blaming you for many times. And the other things i’ve done that made you upset.
You are not perfect, but i love your imperfection. You’ll believe me like i believed you soon.

Semarang, 29 January 2014
From yours,
Nab

For my dearest yudha :)

Hey! This is my new favorite picture and his arms become my new favorite place. Its almost ten years since the first time we knew each other, and still not believe that we are together now.
I’m not really sure how to call him, but i’m sure that he made me falling love with many simple things he did to me. He could be everything i need and sometimes he is the best partner for me. He always speak the truth, and i believed him. When i can’t be honest, he always tried to trust me. He is not that good, he made mistakes. But he always say sorry for it. He didn’t said “i love you” everytime, but he show me how much he loved me. He tried to keep my feelings with not blaming me for my mistakes but he told me not for repeat those mistakes. And the best thing i love the most from him is he knows me better than anyone else and still love me for who i am. He never asked me to change, but he tried to understand how messed i am.
I’m sorry if i didn’t treat you well. I made you dissapointed for not to be honest to you. Blaming you for many times. And the other things i’ve done that made you upset.
You are not perfect, but i love your imperfection. You’ll believe me like i believed you soon.

Semarang, 29 January 2014
From yours,
Nab

For my dearest yudha :)

Kesederhanaan dalam sebuah harapan seorang anak perempuan

Suara takbir terdengar beriringan, beradu dengan kebisingan suara petasan, ditengah sebuah kota yang banyak ditinggal penghuni nya. Ya, ini adalah Hari Raya yang belum sepenuhnya aku mengerti makna nya.
Tahun ini adalah Bulan Ramadhan ke 11 yang aku lewati setelah kepergian ayah ku. Dia bukan pergi ke pangkuan Illahi, atau bahkan aku yang tidak tahu. Sisi lain dari batinku tidak terima, anak macam apa aku yang tidak tahu keadaan ayah nya. Tapi disisi lain dalam 11 tahun ini tiada  hari yang aku lewati tanpa pernah berhenti berharap suatu saat aku akan merasakan lagi hangatnya dekapan seorang ayah.
Membayangkan suatu saat bertemu dengan mu, rasanya kaku bibir ini untuk memanggilmu “ayah”, tapi tak pernah kehilangan harapan untuk ku akan memanggilmu lagi dengan sebutan itu.
Setiap kekecewaanku akan sikapmu, selalu terobati dengan kenangan kita dimasa lalu.
Setiap kebencianku atas kepergianmu, selalu termaafkan dengan angan dimasa depan.
Setiap air mata dari sebuah kerinduan, selalu terbayarkan dengan harapan untuk sebuah pertemuan.
Setiap baris doa yang aku ucapkan, adalah sabda dari seorang anak perempuan.

11 tahun tanpa kebencian,
11 tahun penuh harapan,
11 tahun yang termaafkan,
11 tahun yang penuh keikhlasan,
11 tahun dan ntah sampai kapan,
Aku masih menunggumu kembali dari kebencianmu dimasa lalu, untuk memelukku dan mengatakan “Aku ini Ayahmu yang mencintaimu Nak, aku adalah Ayah yang nanti akan menikahkanmu dengan lelaki pujaanmu.”
Rasanya jutaan kata tak mampu menggambarkan betapa aku sangat menantikan saat itu.
Ayah, aku tak ingin engkau belikan baju lebaran.
Aku sudah tak perlu kau antarkan ke sekolah karena aku sudah kuliah.
Aku tak pernah meminta untuk semua waktumu.
Ayah, apakah masih ada alasan untuk kita tidak bisa bertemu?

Ayah sampai kapanpun aku akan tetap menjadi anak perempuanmu, kembali lah kepadaku kapan pun engkau mau.

Ya Allah, jika engkau memiliki rencana yang lebih baik untuk aku tidak bertemu dengan ayah ku.
Maka jaga lah dia selalu untuk ku. Sampai nanti aku mengerti akan rencanamu, biarlah ini menjadi kesederhanaan dalam sebuah harapan seorang anak perempuan.

Untuk ayahku,
Muhammad Budiono

Dari anak perempuan pertama mu,
Nabila Zulfa Humaira

Jakarta, 8 Agustus 20:13

Kesederhanaan dalam sebuah harapan seorang anak perempuan

Suara takbir terdengar beriringan, beradu dengan kebisingan suara petasan, ditengah sebuah kota yang banyak ditinggal penghuni nya. Ya, ini adalah Hari Raya yang belum sepenuhnya aku mengerti makna nya.
Tahun ini adalah Bulan Ramadhan ke 11 yang aku lewati setelah kepergian ayah ku. Dia bukan pergi ke pangkuan Illahi, atau bahkan aku yang tidak tahu. Sisi lain dari batinku tidak terima, anak macam apa aku yang tidak tahu keadaan ayah nya. Tapi disisi lain dalam 11 tahun ini tiada hari yang aku lewati tanpa pernah berhenti berharap suatu saat aku akan merasakan lagi hangatnya dekapan seorang ayah.
Membayangkan suatu saat bertemu dengan mu, rasanya kaku bibir ini untuk memanggilmu “ayah”, tapi tak pernah kehilangan harapan untuk ku akan memanggilmu lagi dengan sebutan itu.
Setiap kekecewaanku akan sikapmu, selalu terobati dengan kenangan kita dimasa lalu.
Setiap kebencianku atas kepergianmu, selalu termaafkan dengan angan dimasa depan.
Setiap air mata dari sebuah kerinduan, selalu terbayarkan dengan harapan untuk sebuah pertemuan.
Setiap baris doa yang aku ucapkan, adalah sabda dari seorang anak perempuan.

11 tahun tanpa kebencian,
11 tahun penuh harapan,
11 tahun yang termaafkan,
11 tahun yang penuh keikhlasan,
11 tahun dan ntah sampai kapan,
Aku masih menunggumu kembali dari kebencianmu dimasa lalu, untuk memelukku dan mengatakan “Aku ini Ayahmu yang mencintaimu Nak, aku adalah Ayah yang nanti akan menikahkanmu dengan lelaki pujaanmu.”
Rasanya jutaan kata tak mampu menggambarkan betapa aku sangat menantikan saat itu.
Ayah, aku tak ingin engkau belikan baju lebaran.
Aku sudah tak perlu kau antarkan ke sekolah karena aku sudah kuliah.
Aku tak pernah meminta untuk semua waktumu.
Ayah, apakah masih ada alasan untuk kita tidak bisa bertemu?

Ayah sampai kapanpun aku akan tetap menjadi anak perempuanmu, kembali lah kepadaku kapan pun engkau mau.

Ya Allah, jika engkau memiliki rencana yang lebih baik untuk aku tidak bertemu dengan ayah ku.
Maka jaga lah dia selalu untuk ku. Sampai nanti aku mengerti akan rencanamu, biarlah ini menjadi kesederhanaan dalam sebuah harapan seorang anak perempuan.

Untuk ayahku,
Muhammad Budiono

Dari anak perempuan pertama mu,
Nabila Zulfa Humaira

Jakarta, 8 Agustus 20:13